Panduan Lengkap Membangun Personal Branding untuk Pengembangan Bisnis

panduan-membangun-personal-branding

Personal branding ternyata tidak hanya sekedar membuat kita dikenal lebih banyak orang. Jika mempelajari ilmu ini lebih dalam, maka anda akan takjub berbagai manfaatnya dan akhirnya berpikir.
Kenapa saya gak memulai ini sejak dulu?

Coba jawab pertanyaan ini, apakah anda ingin…

mengembangkan bisnis dengan biaya yang lebih rendah?
meningkatkan kredibilitas, sehingga orang tahu apa keahlian anda?
memiliki lebih banyak jaringan, membuat lebih banyak peluang yang datang?
lebih percaya diri, agar pendapat anda lebih didengar?
menemukan jati diri, menjadikan jelas apa peran anda dalam kehidupan

Hari ini sudah banyak sekali orang yang punya usaha.
Ingin mulai usaha apa aja, ‘kelihatan’ sudah ada kompetitornya. Ide-ide baru diotak yang kita rasa unik, realitanya diluar sana sudah ada yang mengeksekusi.

Terkadang hal ini membuat bingung, mau mulai darimana…
Apa yang membuat jasa / produk kita punya keunggulan dibandingkan yang lain?

Secara, produk tidak jauh beda..
Mau buat produk yang lebih berkualiatas, lebih bagus atau bahkan lebih murah itu butuh biaya yang tidak kecil. Beli bahan baku harus dalam jumlah banyak atau mesin dan SDM untuk membuatnya khusus. Intinya butuh modal lebih besar.

Mau jadi reseller…
namanya reseller sudah pasti ada orang lain yang jual produk dari supplier yang sama, spesifikasi produk yang sama. Marketplace, Facebook, Instagram sudah dihajar duluan oleh reseller yang lain.

So, bagaimana cara memulai?

Jawabannya, cukup tutup mata dan mulai saja. Gak bakal mulai kalau kita kebanyakan dipikir.

Terutama buat sebagaian dari kita yang umurnya menginjak kepala 3. Over Information & Over Experience, sehingga semua hal serba dihitung, serba dispekulasi dan akhirnya serba buntu.

Anda bisa mulai darimana saja. Action binti nekat adalah kunci utama saat memulai. Nanti ilmunya kita sempurnakan sambil jalan. Lihat betapa banyak kesempatan gak terduga bisa terjadi…

Nekat itu bagus untuk memulai, tapi bukan strategi jangka panjang
Ridwan Abadi

Tugas kita sebagai manusia adalah ikhtiar, hasil biarlah Allah yang tentukan. Masih ingat tentang janji-Nya tentang rezeki yang datangnya tidak disangka-sangka kan? Rezeki jenis ini akan kita dapatkan kalau kitanya juga berusaha semaksimal mungkin.

Namun jika ditanya lagi, apa yang bisa membedakan anda dengan kompetitor walaupun produknya sama bahkan mungkin tidak lebih baik dari mereka.

Salah satu jawaban adalah personal brand.

Seringnya orang membeli sebuah produk, bukan karena produknya saja, tapi karena memang ada suka aja dengan dengan yang jual (kedekatan emosional).

Kita juga lebih percaya produk yang direkomendasikan langsung oleh teman daripada ribuan iklan yang berseliweran setiap hari.

Itu masih sekedar teman, bagaimana kalau dalam benak mereka anda juga dikenal memiliki keahlian di bidang tertentu. Sebuah keahlian yang mampu menyelesaikan masalah mereka.

Kalau sudah seperti ini, solusi atau produk apapun yang anda rekomendasikan, seringnya akan langsung diamini tanpa berpikir dua kali.

Itulah salah satu alasan kenapa kita memulai dengan personal brand. Membangun hubungan emosional dengan lebih banyak orang.

Gak perlu dipikir tentang membangun personal brand terlalu dalam, takut nanti malah kehilangan esensi dari panduan kali ini, jadi akan saya perjelas dengan sebuah kalimat

Target panduan ini

Kita akan membangun usaha dimana pembeda pertama dari kompetitor adalah personal brand yang anda miliki.

Saat saya sedang fokus menulis panduan ini, gak sengaja sharing Kang Dewa di Channel Youtube Helmy Yahya. Dimana Kang Dewa memberikan 6 hal penting dalam membangun personal brand yaitu

kompetensi
reputasi
prestasi
profesi
eksistensi
konsistensi

(ke depan kita akan bahas satu per satu)

Jika anda memiliki salah satu dari 6 hal, maka bersyukurlah..
Namun bagaimana kalau kita benar-benar pemula dan mulai dari 0 (bahkan minus) Kompetensi gak punya, apalagi reputasi …

Ada case juga dimana sebenarnya anda punya kompetensi, tapi belum sadar aja..

Untuk alasan itulah inilah saya menulis serial – Personal Branding Mulai Titik 0

Apa Itu Personal Branding

Kalau bicara tentang personal branding, kita gak akan lepas dari Quote Founder marketplace terbesar di dunia saat ini, amazon.com

Branding is what people say about you when you’re not in the room.

Jeff Bezos

Gampangnya apa yang orang pikirkan saat nama anda disebut.

Dan faktanya entah anda dari awal ada niat membangun personal brand atau tidak, orang akan tetap membicarakan anda.

Personal branding adalah proses memasarkan diri. Kombinasi dari 3 elemen utama yaitu kemampuan, pengalaman dan kepribadian. Tujuan dari personal branding adalah mendapatkan kepercayaan & ikatan emosi.

Jika sudah dipercaya, maka saran yang anda berikan, produk yang anda tawarkan akan senang hati didengarkan oleh teman atau lebih penting lagi target market anda.

Tidak ada waktu yang lebih tepat untuk memulai personal brand dibandingkan saat ini. Jaman serba online, dimana jejak digital kita tidak akan terhapus dan bertahan selamanya.

Jejak digital kita bisa menjadi sebuah legacy (warisan) untuk anak cucu dan keturunan kita seterusnya.

“Building a personal brand is much bigger than building a business. The only exit strategy is legacy.”

Blake Jamieson

Kalau dalam Islam, segala macam kebaikan yang kita lakukan saat ini, kemungkinan bisa menjadi pahala yang terus mengalir

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan do'a anak yang sholeh” (HR. Muslim)

Personal branding akan berkaitan erat dengan ilmu,
ilmu akan berkaitan erat dengan konten.

Jadi personal brand ini tidak hanya masalah dunia saja, namun bisa jadi amalan bernilai akhirat.

Cara Membangun Personal Brand
Walaupun Belum Memiliki Skill & Pengalaman Khusus

Salah satu alasan kenapa Allah itu begitu luar biasa adalah bagaimana Dia membuat 7,5 Miliar manusia dimuka bumi, dimana setiap orang itu unik, dari segi penampilan, karakter dan berbagai macam hal.

Kalau nada dasar doremi saja bisa menjadi jutaan lagu, apalagi jumlah manusia sebanyak ini pasti memiliki story (cerita) dan sudut pandang yang berbeda-beda.

Tugas kita adalah memperhatikan dan menceritakannya sehingga mampu menjadi hikmah bagi diri sendiri dan orang lain.

This is a story

Kita ambil contoh perusahaan besar yang memiliki story yang cukup bagus, nanti juga kita akan lanjutkan dengan personal brand ala ibu-ibu rumahan tangga.

salah satu brand yang cakep banget dalam membangun story adalah Toms. Toms adalah perusahaan ‘penjual sepatu’, tapi story yang membedakan mereka dari penjual sepatu yang lain.

perhatikan ini

Mereka memiliki tagline

“We are in business to improve live”

Berbisnis untuk mampu meningkatkan kualitas hidup

sampai sini cukup klise?

Namun lihat bagaimana mereka membangun story dan implementasi di lapangan

Salah satu hal yang saat itu membuat mereka terkenal adalah setiap 1 pasang sepatu yang terjual, mareka akan mendonasikan 1 pasang sepatu pada orang di negara-negara yang membutuhkan.

Dan hari ini mereka semakin memperkuatnya dengan setap keuntungan $3 yang mereka dapatkan, $1 akan diberikan kepada organisasi yang menangani Covid-19 di seluruh dunia.

Kalau kita lihat sekilas, berbagai model alas kaki yang mereka jual sama saja seperti sepatu pada umumnya

Tapi ‘story’ yang dimiliki Toms mampu mempengaruhi emosi dari orang-orang yang membeli, tidak sekedar memandang kualitas & model, tetapi mereka juga merasa menjadi bagian dari gerakan ‘Improve live’

Begini lebih mudahnya…

  • anda akan merasa lebih sporty dengan menggunakan atribut Nike, walau jarang berolahraga
  • anda merasa terlihat profesional saat menggunakan macbook
  • Anda merasa gaul kalau ngopinya di starbuck
  • Anda merasa kebebasan saat mampu memiliki dan menunggangi Harley Davidson
  • Anda merasa menjadi seorang minimalis saat belanja di Uniqlo

Emosi yang terbangun antara mereka dengan brand, merupakan bukti bahwa story yang dibuat cukup berhasil.

Orang membeli bukan lagi karena alasan-alasan logis kuliatas, warna, style, fitur (walaupun hal ini tetap penting) tapi menjadi alasan kedua setelah emosi.

Emosi adalah kata kunci utama dari brand.

Ah itu kan brand besar yang punya budget, bagaimana dengan kita yang masih pemula?

kabar baiknya

membangun personal brand itu lebih mudah daripada corporate brand 🙂

Kenapa?

sederhananya…
Manusia itu lebih mudah berhubungan dengan manusia. Sedangkan corporate, hubungan manusia dengan perusahaan.

Di sosial media kita mampu kenal dengan seseorang, melihat ekspresinya di foto / videonya, mendengar ucapannya, membaca tulisan-tulisannya dan bahkan langsung berbicara saling komunikasi 2 arah. Jadi secara natural hubungan emosi akan jauh lebih mudah terjalin.

Oleh karena itu tidak jarang sebuah corporate membutuhkan brand ambasador, dimana mereka adalah perwujudan ‘manusia’ yang mewakili corporate tersebut.

Disisi lain banyak pula corporate yang terbantu oleh personal brand yang dimiliki oleh para founder-nya seperti Steve Jobs dengan Apple, Mark Zuckerberg dengan Facebook, dan Elon Musk dengan Tesla.

Tentukan Story Anda – Apa yang Membuat Anda Termotivasi dan Ingin Orang Lain juga Memilikinya

Mungkin 3 pertanyaan ini bisa membantu anda mendapatkan story

  • apa yang anda perjuangkan saat ini?
  • dimana posisi anda saat ini?
  • apa goal akhir yang ingin anda capai?

Contoh tentukan keadaan anda saat ini, kemudian rubah menjadi sebuah statement.

Saya seorang ibu, madrasah bagi anaknya. Namun saya tetap bisa membangun usaha dari rumah

statement : Saya akan membantu para ibu-ibu untuk mendapatkan penghasilan walaupun hanya dari rumah

saya seorang mahasiswa, walaupun ada banyak tugas kampus. Namun saat ini sedang membangun skill khusus di bidang Fotografi

statement : saya akan membantu para mahasiswa untuk memiliki skill di bidang fotografi, sehingga lebih mandiri setelah lulus kuliah.

saya dapat PHK Tahun ini, saat ini sedang membangun Ghost Kitchen bersama istri

statement : saya akan membantu pasangan suami istri agar memiliki visi yang sama dan membangun usaha Ghost Kitchen yang laris

anda tidak harus sudah sukses di bidang tertentu, perjalanan anda mulai 0 hingga mencapai impian bisa menjadi story yang sangat menarik dalam proses membangun personal branding.

Statement ini juga sebenarnya membantu untuk menentukan siapa siapa jati diri kita dan apa peran kita di dunia.

Kita ‘dibaiat’ menjadi kalifah di muka bumi.

  • pertanyaannya, kalifah seperti apa? dibidang apa?
  • apa dampak keberadaan anda bagi orang di dunia?
  • atau minimal dampak bagi keluarga dan orang disekitar tempat tinggal?
  • kisah seperti apa yang ingin anda tinggalkan untuk keturunan anda?

ingat, manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat untuk sesama. Keberhasilan personal brand anda akan sangat ditentukan oleh langkah awal ini.

Audit! Dapatkan Feedback dari Orang Terdekat

Langkah kedua ini kita akan membantu kita memverifikasi dan menentukan bagaimana kita dikenal oleh orang-orang terdekat maupun khalayak umum.

Anda bisa melakukannya baik secara online atuapun offline.

tanyakan juga kesan orang baik postif maupun negatif tentang diri anda, sehingga bisa berbenah pula.

Berikut 3 cara yang bisa anda lakukan segera

Berbicara Langsung Via Japri / Call

Hubungi teman-teman terdekat anda satu persatu, tanyakan apa yang mereka pikirkan pertama kali saat mendengar nama anda.

anda bisa coba hubungi 10-20 orang terdekat, namun lebih banyak lebih baik, semakin valid data yang anda dapatkan.

Status di Social Media

anda juga bisa membuat status di sosial media dengan format seperti ini

Perharikan respon yang masuk.

Googling

Ketik nama lengkap anda di Google. Jika memungkinkan cek setiap website yang mencantumkan nama anda.

Cek juga apakah berbagai artikel yang menyebut nama anda sesuai dengan apa yang ingin anda bangun

Pilih Channel Paling Maksimal yang Bisa Anda Gunakan

Tentukan channel utama dimana anda membagikan konten, cerita & keseharian anda. Pilih tempat dan format dimana anda paling nyaman untuk membuatnya.

Karena pada tahap awal yang terpenting adalah KONSISTENSI anda dalam berbagi cerita

Format

  • video
  • audio
  • gambar & tulisan

Channel

  • website / blog pribadi
  • Spotify
  • Youtube
  • Facebook, Instagram, Whatsapp atau Twitter

Namun akan lebih bijak memilih dimana target market anda lebih banyak berkumpul.

Syukurnya saat ini hanya ada beberapa social media yang mendominasi pasar dan kemungkinan besar target market anda juga berkumpul disana, sebut saja Facebook & Instagram.

Untuk tahap awal anda tidak harus ada disemua channel

karena setiap channel, memiliki trik khusus untuk memaksimalkannya. Tahap awal cukup fokus dulu saja di satu channel.

Pastikan Memiliki Website Pribadi Jika Memungkinkan

Jika ada punya sedikit dana maka kami sangat menyarankan anda untuk memiliki website pribadi. karena 3 hal, yaitu

  1. nama domain itu unik dan hanya bisa dimiliki oleh 1 orang. Jangan sampai nama anda sendiri dimiliki oleh orang lain. Contoh : riantoastono.com, vatih.com, dianpelangi.com, yusufmansur.com
  2. semua channel sosial media yang anda punya saat ini itu bukan miliki anda! sewaktu-waktu baik dengan berbagai alasan platform tersebut bisa menghapus akun dan anda tidak bisa menggunakannya lagi. Karena semua channel di atas ibaratnya anda itu sedang numpang di rumah orang.
  3. website pribadi adalah rumah online anda, bangunan yang anda mulai dari 0. anda hampir memiliki 100% kepemilikian dalam aset tersebut

Ustadz Felix Siauw, terlepas dari berbagai kontroversi, beliau adalah salah satu Ustadz yang sangat aktif berbagi ilmu di sosial media. Tidak aneh jika memiliki ratusan ribu follower di Facebook, namun lihat apa yang terjadi, ratusan ribu follower yang didapatkan selama bertahun-tahun itu hilang dalam sehari saja.

Anda bisa mencari berbagai tutorial di internet tentang bagaimana cara membangun website mulai 0, namun jika anda tidak mau ribet dengan urusan teknis, maka anda bisa menggunkan jasa kami dengan biaya cukup 2.000 perak saja per hari.

Kesimpulan

Sampai sini kita sudah paham apa itu personal branding dan manfaatnya, tidak hanya membuat bisnis anda semakin berkembang, namun dalam prosesnya anda bisa mendapatkan tujuan hidup.

Branding adalah tentang hubungan emosi dalam dalam aktifitasnya kita wajib untuk konsisten dalam mengupgrade diri dan berbagi.

Panduan Cara Membangun Personal Brand V.1.0 ini menggunakan pendekatan Kaizen, dalam artian seiring bertambahnya pengetahuan & pengalaman kami, maka isi akan terus diupdate dan juga akan ada tambahan materi penting terkait cara melakukan personal branding. Harapan kami bisa menjadi panduan terlengkap yang mampu membantu anda menjadi kehidupan anda jadi lebih baik.

Panduan kali ini, masih berhubungan dengan tahap awal persiapan dalam membangun personal brand, update berikutnya adalah tentang

  • Jenis Konten yang Bisa Kita Buat Setiap Hari di Social Media
  • Cara Distribusi Konten agar Mendapatkan Lebih Banyak View & Engangement (share, like, comment)
  • Contoh Para ‘Bapak & Ibu-Ibu’ Rumahan yang Aktif Membangun Personal Brand Di Social Media
  • Dll

Silahkan daftarkan email anda untuk mendapatkan info terbaru saat ada update. dan jika ada pertanyaan silahkan masukan di kolom komentar

1 thought on “Panduan Lengkap Membangun Personal Branding untuk Pengembangan Bisnis”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *